Saya Jadi Buron Polisi

Oleh pleaceid

ilustrasi buronan - pixel pleace.id
ilustrasi buronan - pixel pleace.id

PLEACE.id – Di kutip dari Quora.com 

Wandi Kurniawan, seorang penulis bercerita “Saya jadi buron polisi“, dan masuk hutan dan penjelajahan membelah (TNKS) taman nasional kerinci seblat. Pada saat itu ada masalah yang mangharuskan kami menjelajah hutan kerinci seblat, kami jadi buron polisi, walau kami tak bersalah atas demo besar yang terjadi di kabupaten pesisir selatan, sumatera barat kala itu.
 

Cerita berlatar belakang pada tahun 2012.

Polisi hanya akan mengambil siapa saja seluruh pemuda yang ada dikampungku. Dia akan menangkap dan kami akan diproses, saya bukannya takut, karena saya tidak bersalah tapi yang saya takutkan adalah kena pukul,semua bisa terjadi karena waktu itu suasana lagi panas-panasnya.

Masalahnya adalah karena ada pemuda dikampungku yang dirazia karena motornya pake knalpot racing, yang jadi masalah adalah motor itu diparkir didepan tempat main billiard kala itu diangkut petugas kepolosian, tidak ada aturan kalau motor parkir depan rumah diangkut, motor tidak lagi dipake dan berjalan.

Karena marah pemuda demo besar-besaran dan berakibat kantor polsek hancur lebur, motor dan alat-alat elektronik hancur semua. Polisi tidak ada yang berani mendekat. Kemarahan warga bukan karena motor saja, tapi banyak masalah dan kesejangan yang dilakukan oleh polsek setempat kala itu, demo waktu itu diawal hanya diikuti oleh puluhan orang, karena banyak yang marah, hingga banyak warga yang ikut dan terjadilah lempar batu dan memecah semua yang ada dikantor. Hingga tahanan sementara di kantor itu bisa kabur karena keributan. Dengar cerita dari kawan tetang si tahanan, dia sangat cemas, mukanya pucat katanya, mungkin pikirnya sitahanan warga demo mau membunuh dia, karena dia ditangkap kala itu kasus tabrak orang atau kecelakaan.

Demo ini terjadi pada malam hari.

Semua hancur lebur kala itu, banyak sekali orang ikut demo, tapi yang menjadi awal demo ini adalah pemuda di kampungku, jadi kamilah sasaran yang paling dicari polisi. Pemuda dikampungku otak dari demo besar tersebut.

Sepertinya polsek menelpon ke pusat atas kejadian itu, hinga polisi rame-rame turun dari pusat, sumatera barat, mencari pemuda dikampungku.

Hingga pagi datang polisi turun ke kampung mencari semua pemuda dikampung, saya telah mencium bau ini karena saudara jauh saya yang bilang akan ada operasi besar atas demo, kata saudara saya baiknya lari dari kampung dulu dari pada nanti di pukul salah atau tidak bersalah.

Saya lari dari kampung bersembunyi, ternyata para pemuda sudah banyak yang merantau keluar kota dan sembunyi. Hingga kampung saat itu menjadi tanpa pemuda.

Sekitar 1 jam kemudian, Saya mendapat telepon dari mama, katanya polisi baru saja menggeledah semua rumah yang ada dikampung, sampai ke genteng rumah diperiksa. Saya sembunyi ditengah ladang yang ada gubuknya, ternyata banyak orang yang saya temui diperjalanan, mereka adalah orang yang ikut serta, nama mereka tercantum buronan kala itu, saya sempat cemas karena saya bersembunyi bersama buronan. Saat jam 01.00 siang, saya mendapat jatah makan dari saudara yang mengantarkan nya, kata saudara ada pemuda yang ditangkap, merekapun dipukul.

Saya mendengar itu sangat cemas sekali. Saya musyawarah bersama teman-teman untuk mendapatkan pendapat kemana arah tujuan selanjutnya, saya memberi pendapat, mau gak kita sembunyi saja di kerinci? kita akan melewatkan hutan kerinci seblat, melewati bukit dan lembah karena kalau lewat jalur aspal bakal ditangkap, yap ditangkap, karena ada pemuda dikampung ditangkap, padahal dia sudah ditumpuk sama sayur dibelakang mobil pada saat itu untuk mengelabui petugas, tapi nahas dia ditemukan oleh polisi saat pemerikasaan.

Diperjalanan saudaraku menemukan pemuda yang lagi dikejar polisi, dia berdarah’’ bajunya basah, sebut saja Namanya si M, katanya saudara, si M dikejar sedangkan dia pergi berdua sama temannya. Temannya ketangkap, karena polisi 3 kali menembak, mungkin temanku ketembak ujar si M dengan raut wajah penuh ketakutan sesekali menutup darah dibadannya. Tapi si M bisa kabur dan lolos menyelam sungai yang luasnya satu meter, itu sangat banyak lintah hingga dia hanya menyelam dan tiarap sampai ujung sungai, makanya badan si M banyak darah akibat lintah. (temannya bukan ditembak polisi hanya menembak ke atas)

Pada akhirnya kawan-kawan pada setuju, tapi kami semua amatir dalam menjelajah hutan, apalagi kami dihadapkan sama hutan kerinci seblat, dimana habitat Harimau Sumatera dah hewan buas lainnya. hingga kami memohon kepada bapak” yang umurnya 50an kala itu, dia paham navigasi darat dan dia paham kultur hutan Kerinci karena dulunya kerjanya cari balok kayu dan gaharu dihutan kerinci seblat.

Seteh itu kami bertiga yang bakal pergi. Menjelajah hutan Kerinci yang sangat menantang dan menyaramkan. Kami sudah menyiapkan barang dan makanan yang disiapkan oleh bapak yang akan yang menuntun kami saat penjelajahan ini. Semua alat masak seperti mie, sarden, telur, mata kail semua kami sudah siap. Adzan maghrib berkumandang terdengar samar karena kami jauh dari perkampungan. menandakan kami mulai harus melangkah.

Dengan keraguan kami mulai melangkah meninggalkan gubuk itu. Dengan cepat dan senyap kami melangkah, cahaya senter mengejar kami, Sangat mencekam sekali kala itu, kami harus mematikan cahaya senter kami biar gak keliatan, beberapa kami jatuh dan kaki terinjak duri, saya sangat tersiksa kala itu. Duri yang menancap kami biarkan saja hingga kami bisa masuk hutan pada malam itu. Cahaya senter sepertinya tidak bisa lagi mengejar kami, lalu kami sudah berjanji akan bertemu pada titik B yang sudah kami janjikan sama bapak pemandu kami.

Hingga kami bertemu pada titik B, titik B ini dekat hutan tapi masih ada perkebunan warga, ternyata ada ada 3 orang lagi yang kami temui, mau tidak mau kami mengiyakan mereka untuk ikut.

Sebelum masuk hutan, saya teringat kejadian tahun 80an dari cerita orang tua saya. Yang mana banyak warga yang cari balok kayu dan gaharu banyak di terkam Harimau, ada yang lagi camp saat malam hari dan harimau berhasil menyeret salah satu dari mereka. Ada juga yang mati karena diserang harima tapi mayat masih bisa diselamatkan oleh grup mereka. Yang bahayanya Harimau terus meneror hingga mereka ketakutan dan meninggalkan mayat itu sendiri, tetapi yang ada ikatan darah sama mayat ini gak mau meninggalkan mayat itu, hingga dia mengikat mayat itu dengan tali diatas pohon, dia juga ikut naik diatas pohon dan mengikat badannya biar bisa tidur agar tidak jatuh, dengar cerita Harimau meneror 24 jam dibawah pohon dan juga berupaya memanjat, hingga orang itu bisa menebas jari’’ harimau.

Hingga ada pertolongan dari warga dan tantara pada saat itu, orang itu mendapatkan trauma yang snagat besar atas kejadian menyeramkan itu. Ada juga Mahasiswa yang mati lewat jalan aspal Bengkulu ke Kerinci, akibat diterkam sama harimau diatas tebing jalan.

Balik kecerita, kami mulai melangkah, hutan kerinci seblat adalah hutan hujan tropis yang sangat rimbun dan lembab yang sangat mengerikan. Mulai masuk vegetasi hutan, pacet atau lintah darat menari-nari ditanah dan sangat banyak sekali, dia tak hentinya memanjat kaki sampai kebadan saya, seperti menari-nari dan lalu memanjat, uiiihh sangat menjijikkan dan mengerikan. Ada semut yang warna merah dikepala dan hitam warna badannya yang mana gigitannya 2X lipat lebih sakit dari gigitan sengatan tawon, saya dan kawan’’ teriak kesakitan hingga simpai atu surili dan burung diatas kepala kami lari mendengar teriakan kami, sumpah serapah keluar semua karena menahan sakit yang sangat dalam, serasa kena tusuk besi panas. Saya tidak tau jenis serangga apa, kaki saya bengkak dan bercucuran darah akibat pacek, hari yang suram bagi saya, perjalan yang Panjang dan penuh tantangan dan sangat melelahkan.

Saya mau sempat gila di dekapan Hutan kerinci seblat waktu itu. Mungkin saya pertama kali melakukan penjelajahan itu.

Kami tidak membawa jam tangan kala itu, cara kami melihat jam adalah, dengan berdiri di tempat yang tidak rindang karena pohon, lalu salah satu dari kami berdiri tegak, sinar matahari akan memperlihatkan arah bayangan kami, kalau bayangan itu berdiri tegak itu jam 12 siang, sedangkan kalau agak condong ke timur sedikit itu menandakan jam 2, kalau sore bunyi binatang seperti tonggeret sangat ribut itu mendakan mau adzan maghrib. Semua itu diajarkan oleh bapak pemandu kami. Bahkan kami dikejutkan sama dia, bisa nyalaian api dengan kaca, kaca cembung atau kaca pembesar, karena kaca pembesar akan memantul cahaya yang sangat tajam ke bawah, letakkan daun kering lalu pantulkan cahaya itu dari matahari lewat kaca pembesar, daun itu akan mengeluarkan api. Itu sungguh pengalaman yang sangat luar biasa, banyak ilmu yang tidak bisa saya dapatkan dimanapun.

Singkatnya minggu pertama kami habiskan camp di dekat jalur air sungai, karena banyak kehidupan disana, baik itu ikan yang bisa dikonsumsi atau tempat harimau minum. Entah kenapa saya merasa tidak setakut itu pada harimau karena sudah dikatakan sama bapak ahli navigasi itu, katanya sebenarnya harimau itu tidak akan menyerang manusia apabila makanan nya masih banyak dan kita tidak berbicara takabul atau sesumbar dalam hutan. Dan kami juga mengawetakan daging ikan, saya baru tahu cara mengawetkan daging ikan tanpa kulkas atau batu ES adalah dengan mengasapi daging ikan tersebut sama api, cukup diasapi, daging akan bertahan 3 hari atau seminggu. Kata bapak pemandu kami ini, itu adalah cara nenek moyang kita mengawetkan daging sebelum adaanya kulkas. Wawww saya terngaga mendapat pengetahuan itu.

Minggu pertama ini saya sudah merasa bosan dalam hutan, lelah, hanya hutan yang saya lihat, siamang sekaan bernyanyi keras diatas kepala saya mengiringi perjalanan kami kala itu, pacet seakan berpesta ria menikmati darah kami. Karena tidak mungkin setiap melangkah selalu membuang pacet. Minggu pertama persedia bahan makanan seperti sardens dan mie instan, telur habis. Waktunya bakal hidup dengan alam dan makan dari alam, ini kehidupan yang sesungguhnya. Antara hidup atau pulang tinggal nama.

Minggu pertama saya sangat banyak sekali menemukan jejak kaki rusa, hingga saya tau bedanya kaki rusa sama babi, kami juga dikejutkan sama kelompok kijang di tengah hutan kerinci seblat kala itu. Kaki harimau menghiasi perjalanan kami kala itu, jejaknya masih basah.

Diminggu pertama kami banyak membukak jalur baru, karena tidak adanya jalur pada saat itu, tentu saja hutan ini sangat jarang dijamah manusia. Kami menebas dan membukak jalur.

Masuk minggu kedua kami terus berjalan dan kadang bernyayi diperjalanan agar tidak gila dihutan. Dan selalu menjaga kewarasan pada saat itu. Karena dalam hutan kewarassn harus tetap dijaga, kalau tidak kita akan mudah halusinasi, halusinasi ini sangat sering terjadi kepada orang dalam hutan berhari-hari, karena sunyi hutan dan jarang ngobrol atara manusia, kami beruntung kami banyak jadi bisa ngobrol satu sama lain, halusinasi juga bikin tersesat hingga tak tau jalan pulang. Singkatnya, Saya dikejutkan simpai atau surili yang heboh yang tidak jauh dari tempat kami, mereka sangat heboh dan melihat kebawah seperti ada yang dia lihat, bapak yang ahli Navigasi darat ini, bilang ayok kita pergi jauh dari sini, karena ada hewan buas dekat sini. Saya yang mendengarnya sangat panik dan lalu pergi. Setelah pergi dan mulai agak jauh dari kejadian tersebut, terdengar bunyi harimau sumatera yang lagi bertengkar, lalu saya bertanya pada bapak tadi, kok tahu kalau ada harimau yang datang pak? Kata bapak itu, itu sudah pertanda zaman nenek moyang dulu, kalau masuk hutan.

Hingga kami camp di tepi sungai, karena kehabisan makanan tapi masih ada beras, disini kami mancing, dan mencari jamur yang bisa dimakan, lalu kami memasaknya. Karena bapak ahli navigasi darat ini paham akan tumbuhan yang bisa dimakan mana yang beracun dan mana yang tidak, jadi kami tidak kelaparan saat dihutan.

Saat pagi kami terus berjalan dan berjalan suara burung pagi seakan memberi tenaga untuk kami terus berjalan, beruk besar melihat langkah kami diatas, Di melihat seperti penuh curiga dan membuat kami sedikit takut. Hingga kami terus berjalan dan melewat sungai.

Singkatnya dalam minggu kedua entah hari keberapa saya lupa, kami seperti menemukan jejek kaki seperti manusia, jejak pendek, tapi lebar, jari kakinya seperti manusia, airnya masih keruh pertanda makhluk ini baru pergi saat kami datang. Kami mengira itu jejeka kaki orang pandak atau masyarakat menyebutnya ughang pandak. Orang pandak adalah mahluk yang setengan manusia dan kera, yang belum tetungkap oleh peneliti asing, bahkan pernah ditemukan tapi tidak dapat untuk memotret karena dia sensitif dan larinya yang kencang. Ekspediasi pencarian orang pendek sudah beberapa kali dilakukan di Kawasan Kerinci, salah satunya adalah ekspedisi yang di danai oleh National Geographic Society.

Jejak ini kami temukan dekat rawa-rawa yang ditumbuhi salak hutan, salak hutan tumbuh subur hutan ini, rasa buahnya enak tapi tak seenak buah salak dari kebun.

Dengar cerita dari masyarakat dan menurut yang saya baca, ughang pandak sangat sensitif dan sangat hebat untuk lari dihutan, hingga manusia sangat sulit untuk menemukannya.

Singkatnya kami camp lagi dekat sungai, kami bersih-bersih dan memasak, kami memasak ikan lagi hasil pancing, dan daun yang bisa kami buat sayur dihutan.

Hari itu menjelang sore, kabut mulai turun beriringan sama alam yang semakin gelap, bunyi serangga hutan mulai berisik menandakan hari sudah mulai malam. Kami disini mulai untuk membuat perapian dan api unggun. Setelah alam mulai gelap, hanya terdengar bunyi bunyian malam dihutan itu menenangkan sekaligus menakutkan.

Mata mulai terkantuk dan mau tidur, api yang tadi nyala kini hanya tinggal arang yang menyala. mau memejamkan mata lemparan batu dan kerikil tepi sungai sangat kencang, seperti di tabur di sebelah tenda kami. Kami heran, kami hidupkan senter tapi gak ada apapun, cahaya senter menembus kabut yang turun. Setelah itu kami mau tidur lagi, lemparan itu datang lagi, sangat kencang, dan itu terjadi ketiga kalinya, sepertinya ini makhluk gak boleh kami tertidur waktu malam itu, setiap api mau padam lemparan datang.

Kami merinding seakan terdiam di malam itu

di temani percikan air, bunyi binatang malam, pada malam hari khas hutan lindung kerinci seblat, kabut mulai menutupi sudut pandang kami, bayangkan betapa mistisnya pada malam itu.

Kami buatlah aturan, harus ada yang jagain api pada malam itu dan gantian.

Mata mau terpejam teman yang jagain api kemasukan, dia sepeti harimau, kadang juga bicara, kalian ngapain disini ?katanya..Kami jawab kami niat baik hanya numpang lewat, lalu mengamuk bak harimau. Kami panik.. Di tengah sunyi hutan kami adzan.. Suara adzan sangat lantang bergema di tengah hutan lindung ini. Ayat suci alqur’an kami latunkan dengan irama ketakutan di temani bunyi bunyian hutan.

Memang mistis. Aku saja merinding mengingat hal itu.

Dan yang kemasukan sadar. Dan gak ada hal aneh terjadi lagi, kami bisa tertidur sebentar.

Di pagi itu kami duduk di batu besar sambil ngopi dan bercerita kejadian malam itu sambil tertawa melepas stress pada malam itu.

Singkat cerita kami mulai jalan lagi, dan tersesat kami menaiki bukit lumut, kami namai bukit lumut karena bnyak lumut, sangat tinggi, berjam-jam baru kami nyampai puncak..

Dan singkatnya kami tersesat lagi, dan menemui air terjun sangat indahh.. Ya ampunn.. Itu tinggi sekali dilapisi batu-batu besar, sial nya gak bisa foto dan bterai hp habis satu hari saat mulai penjelajahan, waktu itu.

Singkatnya kami berjalan dan sempat camp juga.

Lalu kami menemukan jalan pulang, seandainya tidak ada orang yang ngerti navigasi darat kala itu. Mungkin kami membusuk di heningnya hutan kerinci seblat, mungkin hanya tinggal nama, kami adalah orang amatir dalam menjelajah hutan pengetahuan kami tentang alam dan tumbuhan yang bisa dimakan sangatlah minim.

Setelah mau nyampai ke pemukiman penduduk kami menemukan ladang orang, disini kami bercerita panjang dan cerita kejadian waktu hal mistis tepi sungai, bapak itu bilang dulu dengar cerita ada orang yang meninggal di tepi sungai, karena ada yang meracuni ikan di hulu air beliau itu tidak tau lalu meminum air tepi sungai dan aliran sungai yang pernah kami camp, bapak ini pahan karena dia adalah pemburu waktu dulu.

Kami juga dijamui kopi oleh anak gadis bapak tersebut, saat minun kopi kami kaget kok rasa kopi agak asin, kami saling natap muka satu sama lain bersamaan seruput kopi hitamnya, gak ada yg berani bilang kopinya asin kecut, ekh teman sebelah saya keceplosan kok kopi rasanya asin dan aneh.. setelah ditelusuri anak gadis bapak itu salah masukin gula, ternyata dia memasukin ajinomoto kedalam kopi kami. Entah gerogi atau kelupaan anak gadis sibapak, entahlah… kami tertawa lepas beserta bapak punya rumah, saya melihat anak gadisnya senyum menahan malu dan sedikit curi pandang lihat kami.

Ini pengalaman yang tak pernah dilupakan, pengalaman yang sangat berarti, karena ini aku suka gunung dan hutan.

Beberapa minggu kemudian polisi mengundang seluruh pemuda dan buat acara makan-makan pertanda saling meminta maaf atas konflik yang terjadi. Kami merasa suasana sudah tenang lalu pulang dan juga sempat beberapa hari nginap dikerinci.

Edit : cerita ini sudah pernah di publish, sekarang versi lengkap, karena menceritakan bagaimana saat ada pengejaran dari polisi, cerita lama tidak menjelaskan hal itu, cerita ini sempat banyak di post akun pencinta alam, saya adalah penulis asli dari cerita tersebut. Maaf cerita ini terlalu singkat banyak hal atau kejadian yang tidak saya masukkan. – ujarnya.

Apakah kamu punya cerita yang sama seperti Wandi Kurniawan sahabat pleace?

Terbaru

Kualitas Guru Harus Diperhatikan demi SDM yang Berkualitas

PLEACE.id – Pemerintah menargetkan bonus demografi sebagai momentum untuk meningkatkan perekonomian nasional sekaligus menaikkan level…

Apa Alasanmu Untuk Tetap bertahan Hidup?

Beberapa alasan untuk saya tetap bertahan dalam kehidupan ini adalah menjaga prasaan seseorang yang amat…

Hindari 10 Jurusan Kuliah Berikut ini

PLEACE.id –  Coba cek lagi latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang Anda geluti saat ini….

Hadirkan 40 Perusahaan dan Institusi Pendidikan, Unpar Career Expo 2022 Terbuka untuk Umum

PLEACE.id – Setelah dua tahun diadakan secara online, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menghadirkan Unpar…

Mahathir Kalah KO di Pemilu Malaysia hingga Kim Jong Un Pamer Anak?

Mahathir KO dan Parlemen Gantung di Pemilu Malaysia, Apa yang Terjadi? Mahathir Mohamad kalah telak…

Butuh Waktu Setahun untuk Puan Bacakan Surat Presiden Revisi UU ITE

PLEACE.id – DPR akhirnya memproses surat Presiden Joko Widodo tentang revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi…