Cetak SDM Unggul, Menko PMK: Mahasiswa Wajib Memiliki Skill Berpikir Kritis

Oleh pleaceid

school

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan mahasiswa wajib memiliki kemampuan berpikir kritis sebagai bekal untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.

Hal itu diungkapkan Muhadjir saat menjadi Keynote Speech pada Stadium General dalam agenda Rakornas II Dewan Perwakilan Mahasiswa PT Muhammadiyah dan Aisyiah se-Indonesia di Auditorium FIP UMJ, Senin (31/10/2022).

“Sebagai mahasiswa, kalian tidak boleh tutup mata terhadap keadaan yang ada. Jika ingin ada perubahan, kalian harus terlibat di dalamnya. Apalagi kalian adalah aktivis,” ungkap Muhadjir dalam keterangan resminya, Selasa (1/11/2022).

Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu elemen dalam masyarakat yang bisa berperan lebih dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia.

Mahasiswa selalu disebut sebagai kaum intelektual. Mahasiswa pun memiliki kesempatan untuk memimpin dalam proses perubahan sosial.

Muhadjir mengatakan seiring dengan posisi mahasiswa dalam masyarakat atau negara, ada dua peran utama yang sepertinya selalu menjadi aktivitas mahasiswa selama ini.

Pertama, sebagai kekuatan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Kedua, sebagai penerus kesadaran masyarakat terhadap isu-isu terkini dan kesadaran menerima alternatif-alternatif perubahan yang diajukan atau didukung oleh mahasiswa itu sendiri, sehingga masyarakat dapat berkembang ke arah yang lebih baik.

“Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat, tidak boleh terlepas dari hubungan dialektis dengan struktur yang ada, baik sosial maupun politik. Karena itulah mahasiswa berperan sebagai agent of change (agen perubahan), moral force (kekuatan moral), iron stock (perangkat keras) suatu bangsa,” tuturnya.

Muhadjir pun berharap dengan diselenggarakannya Rakornas tersebut, diharapkan Dewan Perwakilan Mahasiswa mampu mewarisi cita-cita Kiai Ahmad Dahlan dan tekad Ir. Soekarno. Adapun acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 30 kampus.

“Harapannya dema tidak hanya formalitas normatif, tapi agar mampu mewarisi cita-cita dan tekad Kiai Ahmad Dahlan dan Ir. Soekarno,” tutupnya.

Terbaru

Kualitas Guru Harus Diperhatikan demi SDM yang Berkualitas

PLEACE.id – Pemerintah menargetkan bonus demografi sebagai momentum untuk meningkatkan perekonomian nasional sekaligus menaikkan level…

Apa Alasanmu Untuk Tetap bertahan Hidup?

Beberapa alasan untuk saya tetap bertahan dalam kehidupan ini adalah menjaga prasaan seseorang yang amat…

Hindari 10 Jurusan Kuliah Berikut ini

PLEACE.id –  Coba cek lagi latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang Anda geluti saat ini….

Hadirkan 40 Perusahaan dan Institusi Pendidikan, Unpar Career Expo 2022 Terbuka untuk Umum

PLEACE.id – Setelah dua tahun diadakan secara online, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menghadirkan Unpar…

Mahathir Kalah KO di Pemilu Malaysia hingga Kim Jong Un Pamer Anak?

Mahathir KO dan Parlemen Gantung di Pemilu Malaysia, Apa yang Terjadi? Mahathir Mohamad kalah telak…

Butuh Waktu Setahun untuk Puan Bacakan Surat Presiden Revisi UU ITE

PLEACE.id – DPR akhirnya memproses surat Presiden Joko Widodo tentang revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi…