Tuduh Ukraina Negara Pemuja Setan, Politikus Rusia Serukan Program ‘Desatanisasi’ Darurat

Oleh pleaceid

AFP STRINGER. / IMAGE : PLEACE.id
AFP STRINGER. / IMAGE : PLEACE.id

PLEACE.id – Aleksei Pavlov, asisten sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, seperti dikutip surat kabar TASS, telah mengeluarkan seruan untuk mengakhiri ritual pemujaan setan di Ukraina. Beberapa bulan terakhir, media pro-Kremlin semakin gencar menggaungkan narasi yang menuding musuh Rusia menggunakan ilmu hitam selama perang.

“Dengan berlanjutnya operasi militer khusus, saya melihat keperluan mendesak untuk mendesatanisasi Ukraina,” terangnya.

Menurut TASS, Pavlov menduga ada setidaknya ratusan kelompok pemuja setan yang tersebar di Ukraina. “Beberapa dilatih secara khusus untuk keperluan tertentu, sedangkan yang lain menjadi cabang perkumpulan orang-orang yang lebih kaya,’” kata Pavlov, dikutip TASS. Dia lebih lanjut mengklaim aliran penyembah setan yang diakui di Amerika Serikat telah merasuki pikiran dan keyakinan rakyat Ukraina sejak 1990-an, ketika AS mengakui kemerdekaan negara tersebut.

Presiden Vladimir Putin bahkan menuduh negara-negara Barat “memuja setan” karena tidak mendukung keputusannya mencaplok wilayah timur Ukraina secara ilegal. Empat bulan sebelumnya, pada Mei, kantor berita milik Kremlin RIA Novosti mengklaim pasukan Rusia menemukan sisa-sisa bekas ritual ilmu hitam yang dilakukan oleh prajurit Ukraina. “Kami melihat cap setan di tembok, mirip seperti yang ada di film-film Hollywood,” RIA melaporkan.

 https://twitter.com/JuliaDavisNews/status/1514461022496739328?s=20&t=XRjUZeggW2-8ZuaqUp5kxg 
 

Sementara itu, stasiun televisi Russia-1 rutin menayangkan berita tentang aliran satanisme yang dianut rakyat Ukraina. “Siapa tuhan orang Ukraina? Setan tentunya,” tukas seorang bintang tamu acara Russia-1, seperti yang diterjemahkan diterjemahkan Julia Davis dari Russian Media Monitor. “Pantas saja mereka bertindak kejam. Mereka saja melakukan paganisme yang menjadikan manusia sebagai tumbal. Ritual mereka butuh darah manusia.”

Pavlov mengutip Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov yang gencar membingkai invasi Rusia sebagai perang melawan satanisme. Dalam postingan Telegram pada Senin, Kadyrov mempertegas kesiapannya melibas Ukraina yang merupakan negara pemuja setan. Menurut pemimpin wilayah mayoritas Muslim itu, umat Islam dan Kristen harus bersatu mengakhiri propaganda Barat yang berniat menjerumuskan dunia ke aliran sesat, seperti satanisme, pernikahan sesama jenis dan hilangnya rasa hormat anak pada orang tua, sebagaimana diterjemahkan oleh Novaya Gazeta.

Terbaru

Kualitas Guru Harus Diperhatikan demi SDM yang Berkualitas

PLEACE.id – Pemerintah menargetkan bonus demografi sebagai momentum untuk meningkatkan perekonomian nasional sekaligus menaikkan level…

Apa Alasanmu Untuk Tetap bertahan Hidup?

Beberapa alasan untuk saya tetap bertahan dalam kehidupan ini adalah menjaga prasaan seseorang yang amat…

Hindari 10 Jurusan Kuliah Berikut ini

PLEACE.id –  Coba cek lagi latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang Anda geluti saat ini….

Hadirkan 40 Perusahaan dan Institusi Pendidikan, Unpar Career Expo 2022 Terbuka untuk Umum

PLEACE.id – Setelah dua tahun diadakan secara online, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menghadirkan Unpar…

Mahathir Kalah KO di Pemilu Malaysia hingga Kim Jong Un Pamer Anak?

Mahathir KO dan Parlemen Gantung di Pemilu Malaysia, Apa yang Terjadi? Mahathir Mohamad kalah telak…

Butuh Waktu Setahun untuk Puan Bacakan Surat Presiden Revisi UU ITE

PLEACE.id – DPR akhirnya memproses surat Presiden Joko Widodo tentang revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi…