Surya Paloh soal Koalisi Anies: Apes Ini, Pemodal Besar dan Kecil Enggak Ada Sama Sekali

Oleh pleaceid

NasDem declares Anies Baswedan as a presidential candidate : image/pleace.id
NasDem declares Anies Baswedan as a presidential candidate : image/pleace.id

PLEACE.id – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, belum ada pemodal besar yang mau mendanai Koalisi Perubahan. NasDem saat ini tengah menjajaki koalisi dengan Demokrat dan PKS.

“Ini kan apes ini, pemodal besar enggak ada, pemodal kecil enggak ada,” kata Surya Paloh, saat diwawancarai di JCC, Jakarta, dikutip Sabtu (12/11).

Dia menyebut, jika ada yang berani memberikan modal terlebih kepada calon presiden yang diusung Partai NasDem yakni Anies Baswedan, maka dirinya akan memberikan hormat kepada pemodal tersebut.

“Kita pun juga ingin, coba sebutkan kita ingin, katakan kita ingin. Kalau ada pemodal besar terutama yang mau dekat dan bersimpati kepada NasDem, saya katakan hormat, siap saja,” ujar Paloh.

Kendati demikian, dia pun menyampaikan harus waspada kepada para pemodal yang bakal berujung mengacaukan koalisi. Sebab, segala kemungkinan bisa terjadi dalam dunia politik.

“Ini kan segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau kita bilang iya salah, kita bilang tidak juga salah. Jadi kita harus waspada, bahasa jawanya eling dan wospodo,” tegas Paloh.

Tak Jamin Anies Bisa Maju Capres

Terkait pencapresan Anies Baswedan, dia pun tak mampu menjamin apakah Anies dapat melaju di Pilpres 2024. Karena, selain persoalan pemodal, juga hingga kini koalisi perubahan belum menemukan titik temu.

“Mana bisa kita jamin, ini kan baru calon nominasi dari NasDem, diperlukan tambahan portofolio yang memungkinkan untuk persyaratan itu terjadi,” ucapnya.

Dia menjelaskan soal aturan presidential threshold 20 persen. Sementara NasDem hanya 10.3 persen.

“Kalian tahu itu Nasdem hanya 10,3 persen, persyaratan kita 20 persen, ya kurang kita. Diperlukan kawan, nah seolah ini sudah terjadi hubungan komunikasi yang baik dengan kawan kita Partai Demokrat, kawan kita dari PKS nah ini barangkali masing-masing sedang melihat, ya kan.”

“Dengan masalahnya masing-masing problematiknya masing-masing, evaluasi dirinya masing-masing, strategi masing-masing,” imbuhnya.

Terbaru

Kualitas Guru Harus Diperhatikan demi SDM yang Berkualitas

PLEACE.id – Pemerintah menargetkan bonus demografi sebagai momentum untuk meningkatkan perekonomian nasional sekaligus menaikkan level…

Apa Alasanmu Untuk Tetap bertahan Hidup?

Beberapa alasan untuk saya tetap bertahan dalam kehidupan ini adalah menjaga prasaan seseorang yang amat…

Hindari 10 Jurusan Kuliah Berikut ini

PLEACE.id –  Coba cek lagi latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang Anda geluti saat ini….

Hadirkan 40 Perusahaan dan Institusi Pendidikan, Unpar Career Expo 2022 Terbuka untuk Umum

PLEACE.id – Setelah dua tahun diadakan secara online, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menghadirkan Unpar…

Mahathir Kalah KO di Pemilu Malaysia hingga Kim Jong Un Pamer Anak?

Mahathir KO dan Parlemen Gantung di Pemilu Malaysia, Apa yang Terjadi? Mahathir Mohamad kalah telak…

Butuh Waktu Setahun untuk Puan Bacakan Surat Presiden Revisi UU ITE

PLEACE.id – DPR akhirnya memproses surat Presiden Joko Widodo tentang revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi…